Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Drama bersama Toddler : Memilih Baju

Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Sudah waktunya mandi pagi nih. " My Princess, ayo kita ibak . Biar ga bau aseemmm. " ajakku kepada dua princess yang sedang asyik menonton kartun pagi seperti biasanya. " No. No, Mama. Yaya au mam" sahut si kecil yang maunya sarapan dulu. " Mah, Teteh mau makan dulu aja." timpal si Sulung yang juga maunya sarapan. " Oke, mau sarapan apa? " tanyaku. " A-yam. Na-ci (Ayam. Nasi) " ujar si kecil terbata yang memang belum lancar berbicara. " Kalau teteh mau apa?" tanyaku. " Telor kupas-kupas aja mah. " pintanya " Au uga. Mah, au mam yoy uga (aku juga. Mah, aku makan telor juga) " samber si kecil yang ga mau kalah. Baiklah, sarapan kali ini simple. Telor rebus. Memang, kedua princess ini senang sekali makan telor. Mau rebus atau orak arik. Atau hanya nasi mentega plus telur orak arik pun lahap dimakan. Sudah selesai makan, berarti waktunya mandiii... Yeaayy, sa...

Aneh

Hari ini jadwalnya mengantar ibu mertua untuk berobat alternatif di daerah Gunung Putri, Bogor. Daerah yang terbilang asing untukku. Karena jujur saja sudah sebesar ini pun kalau lewat tol hanya liat papan penunjuk arahnya saja. Tapi tidak pernah berbelok kesana. Ini kali kedua aku ke sana. Guyuran hujan dari tadi pagi menemani perjalanan kami. Tidak sampai sepuluh menit dari gerbang tol Cibubur, kami keluar ke daerah Gunung Putri. Dan menuju ke tempatnya. Aku mulai hapal dengan keadaan jalan disana. Walaupun tetap asing buatku. Seperti berada di daerah yang jauh, padahal dari rumah hanya tiga puluh menit juga sudah tiba ditujuan dengan catatan tidak macet. Akhirnya kita sampai diantrian mobil untuk bergantian menggunakan jalan. Bukan, bukan karena jalannya sempit. Namun jalannya sedang dibenerin. Sedang di beton. Dan sudah giliran antrian kami yang jalan. Sesampainya di persimpangan, kami bingung karena seharusnya kita mengambil jalan lurus namun ini tidak bisa karena tingginya jala...

Cinta kedua (part 3)

Dari obrolan malam itu, akhirnya kami semakin dekat, namun belum sampai tahap yang dinamakan pacaran. Ya, hanya berteman dekat. Dimana saat senggang kita menghabiskan waktu dengan menonton bioskop, makan atau sekedar jalan-jalan. Tapi tetap bersama pasukan yang lain. Karena aku belum siap. Belum siap untuk memulai dari awal lagi dengan orang baru. Belum siap was was karena beda kampus. Dan belum siap untuk nantinya kehilangan lagi. Ya, aku belum siap untuk sakit hati,  karena rasa sakit yang kemarin masih berbekas. Walaupun dia telah memberikan lampu hijau kepadaku tanda bahwa dia juga menyukaiku. Sampai suatu hari, saat sedang berkumpul Naura menerima telpon dari seseorang. Aku penasaran karena dia menjauh saat mengangkat telpon itu. Dan saat kembali wajahnya seperti orang bingung. Dengan berani kutanyakan ada apa dan dia menjawab " Tadi itu ada cewek telpon, terus dia nanya, boleh ga kalau Andra buat dia? Aneh banget ga tuh" jawabnya sambil menyebutkan nama mantannya itu....

September 2011

Waktu menunjukkan pukul 11 malam pada kala itu di tahun 2011. Saat itu aku sedang dikamar hendak tidur. Tiba-tiba hpku bunyi. Telpon dari papah. Lho, kan papah di kamarnya, ada apa ya? Tanyaku dalam hati. " Iya, kenapa pah? " tanyaku " Anter papah ke rumah sakit wa,, dada papah ngga enak" pintanya padaku. " Iya sudah pah. Tunggu aku kebawah dulu" kata ku sambil beranjak dari tempat tidur. Sesampainya di rumah sakit daerah Depok papahku langsung masuk IGD mengingat dia punya sakit jantung. Mama mengantarnya masuk ke dalam. Setelah dapat parkiran aku langsung masuk ke dalam, namun mamah ada di luar. " Papah kenapa mah? " tanyaku. " Ga apa-apa. Cuma kangen sama suster di rumah sakit paling. Itu udah mau selesai. " kata mamaku sambil bercanda. Malam itu pun kami pulang tanpa rasa was was. Namun tidak untuk empat hari kemudian. Papa masuk rumah sakit lagi. Harus ada tindakan untuk pemasangan ring kembali dijantungnya. Selama observasi...

Little Princess Hyorine

Sudah pukul 16.30. Tersadar aku bahwa ada kisah dijam itu namun ditahun yang berbeda. 7 Oktober 2013, dimana aku telah melewati masa kontraksi sudah rutin 5menit sekali namun masih pembukaan lima saja. Sudah melewati banyak jalan di sepanjang koridor klinik bidan dipegang erat suami tercinta pembukaan belum nambah. Sudah tiduran miring sambil dielus suami namun hanya naik satu pembukaan. Sampai aku bicara padamu yang masih didalam perut, ayo dek cari jalan lahirnya yang semangat. Jangan sedikit-sedikit, disini mama sama papa sudah nungguin ga sabar ketemu dede. Sampai akhirnya pembukaan sempurna, dan mulai mengejan untuk berusaha mengeluarkanmu dari rahimku. Sekuat tenagaku. Pengalaman pertamaku mengejan yang sangat kuat. Tidak boleh teriak tapi mengejan. Aku merasakan kepalamu sudah mau keluar. Dan Alhamdulillah pukul 18.30 kau terlahir kedunia ini dengan sehat, selamat dan tidak kekurangan satu apapun. Diletakkannya kamu didadaku untuk menyusui pertamamu. Subhanallah, segala rasa pu...

Cinta Kedua (Part 2)

Aku termasuk orang yang sulit jatuh cinta. Apalagi ini kali kedua aku berjumpa tatap muka dengannya. Tidak pernah berkomunikasi atau semacamnya. Jadi apa mungkin ini cinta?? Keesokan harinya. "Toni, hp lw bunyi nih. " teriakku pada toni yang sedang main ke rumahku. "Iya sebentar, kalau ngga angkat dulu. Gw lagi mesen bakso nih. " balasnya dari luar rumah. Ku lihat layar hpnya. Telpin dari Naura. Lho, kok deg degan lagi. "Hallo" kata ku sok cool campur deg degan. "Hallo, Toni. Dimana lw? Temenin gw ngobrol dong. Gw dikampus sendiri nih, kelas masih sejam lagi." terdengar ocehan panjang dari sana. "Toninya lagi mesen bakso, Ra." "Lah, ini siapa? " "Ini gw, Malik" "Hah!! Oh, lw Lik. Masih lama tuh si Toni? " "Ngga sih kayanya. Mau gw kasihin? " tanyaku. "Oh, ngga usah. Ngga apa-apa. Lw aja deh yang temeni gw ngobrol yah" tanyanya padaku. "Haa.. Oh,, iya boleh. Boleh." ...

Hallo, Sayang. Ada apa?

Tuuutt.... Ttuuuuttt... Telpon ku tidak diangkat. Mungkin sedang dijalan. Baiklah aku tinggalkan pesan saja. Agar saat dia melihat hp  bisa menghubungiku kembali. 30 menit berlalu. Masih tidak ada kabar darinya. Aku telpon lagi saja deh. Tuuuttt... Ttuuuttt... Masih tidak diangkat. Apa dia begitu sibuk? Atau telponku yang dicuekin? Pesanku sudah masuk, tapi dia tidak menghubungiku. 15 menit berlalu. Ada pesan masuk di WA. " Ada apa? Aku lagi sibuk" Katanya dalam pesan itu. Sesibuk itukah sampai tak sempat membalas dengan kata-kata manis atau dengan nada yang lembut. Memang sih tulisan bisa jadi berbagai nada kalau dibaca tapi bisa saja ia bubuhkan dengan kata sayang gitu? Serta maaf? "Ada apa sayang? Maaf aku sedang sibuk dilapangan. Belum bisa balas pesan mu. Nanti kalau sudah senggang aku hubungi kamu yah" dengan kaya gitu juga bisa membuat hati ini tenang. Tapi harapanku jauh meleset. " Tak apa. Ak hanya kuatir saja. Maaf mengganggu" bal...

Cinta Kedua

Malam itu saat aku dengan sengaja datang ke acara musik di kampus idaman semua orang, bertemulah dengan sosok manis dengan rambut panjangnya yang terikat rapih. "Guys, kenalin nih temen SMA gw,, gpp ya gw ajak kasian lagi galau" kata Karin teman kampus ku. " Hai, gw Naura" sapanya ke semua teman kampusku yang memang dengan sengaja ingin liat acara musik Jazz itu. Semua memperkenalkan diri sampai akhirnya giliranku. " Hai, Malik" sapaku sambil menjabat tangannya. Dan dibalas senyum manis dengan lesung pipinya. Ya Allah, tidak bosan aku mencuri-curi melirik ke arahnya. Namun semua buyar saat telpon genggamku berdering dengan tulisan "My Love" muncul di layar hp. Statusku saat ini masih kekasih orang walaupun sedang diujung tanduk karena penghianatannya . Sudahlah untuk urusan itu nanti saja. Toh, datang kesini memang untuk melupakan hal itu. Tidak usah diangkat sajalah. Lebih baik mendengarkan alunan musik Jazz. Selang sebulan. Sosok manis it...

Enam Tahun Sudah

Enam tahun sudah merasakan kepergianmu. Namun dalam hatiku kau tetap ada, tidak menghilang. Ya, ku rasakan kau hanya pergi ke suatu tempat namun tidak bisa dihubungi dan tidak bisa dikunjungi. Tidak bisa kembali. Hanya bisa memandang dirimu melalui foto yang mungkin terlalu sedikit karena kita dulu memang tidak suka foto bersama. Dan pada zaman itu kamera hp memang tidak sebagus sekarang. Namun semakin bertambahnya umurku waktu itu, keakraban pun semakin kuat. Mulai dari pergi berdua untuk mencari baju, mengantar arisan sampai kau membawaku kesuatu tempat hanya karena melihatku sedang galau karena percintaan. Lucu memang kalau diingat kembali. Keakraban beberapa tahun kebelakang sebelum akhirnya ak kehilanganmu. Ada rasa penyesalan jua, mengapa tidak dari dahulu kita begitu? Mengapa aku harus mendahului egoisku. Namun, sudahlah. Toh, aku tak bisa membuatmu kembali dengan penyesalanku. Yang jelas memory bersamamu tidak akan pernah hilang, semuanya indah. Aku hanya bisa mengingatmu,...

Mood Booster

    "Abi kenapa? Kok kayanya serba salah sih ? " Tanya ku pada suamiku yang tampak banyak pikiran itu. " Ngga apa-apa Umi, ini Abi lagi chat sama Boss sama temen-temen biar harganya masuk. Tapi susah bener ini. Doain aja ya Mi ini banyak mobil yang laku." jelas suamiku padaku. "Aamiin ya Allah. Semangat ya Bi" kataku sambil menyemangatinya. Namun, nampaknya kalau hanya kata-kata saja terlalu biasa. Baiklah aku mau membuatkan sesuatu yang bisa membuatnya makin semangat mencari rejekinya. Lalu kuambil kunci motor, serta membawa ke dua princess kecilku untuk berbelanja. Ya, selain untuk makan siang nanti juga sih 😁. Sesampainya di warung sayur, Alhamdulillah bahan pokok untuk masak makanan kesukaan Abi ternyata ada. Yeaay,, bisa masakin buat Abi. Sesampainya dirumah, langsung eksekusi semua bahan yang tadi sudah di beli. Sayur Sop bakso jagung untuk princess dan satu masakan istimewa untuk Abi. Mau tau apa yang istimewa?? Cluenya bentuknya bu...

Dia dan Rasaku

Dia yang pernah hadir dalam hidupku, saat terjatuhku, saat ku merasa sendiri walau ditempat ramai. Dia yang pernah hadir dalam hidupku  untuk melupakan rasa sakit hatiku, untuk membuatku tersenyum dalam sedihku. Dia yang pernah hadir dalam hidupku dengan candanya, dengan obrolannya dan dengan perhatiannya. Perubahan dalam hidupku yang tidak pernah terbesit dalam pikiranku. Perubahan yang tidak pernah terbayang dalam hidupku. Terimakasih karena telah membawa cerita lain dari kehidupanku. Dan telah membawa warna yang berbeda dalam perjalanan romansaku. Maafkan karena ku tak bersamamu. Maafkan karena ku mungkin membuat pengharapan untukmu atau bahkan untuk ku juga. Maafkan karena ku tetap kembali padanya, yang telah membuatku jatuh dulu. Bukan karena kau tak baik atau dia yang terbaik, aku tak mau kau tahu sebenarnya bahwa akulah yang tak baik. Apakabar dia yang disana?? Sudahkah menjadi bagian hidup orang lain?? Sudahkah dia melupakan waktu kebersamaan kita saat itu?? Masihkah ...

Kenapa Harus ODOP??

Bismillahirrohmannirrohim,, Assalamulaikum,, Kenapa harus ODOP?? Hmm,, kenapa yah?? Berawal dari nyuri-nyuri waktu buat liat update-an di medsos, si Facebook lalu munculah update-an dari kakak sendiri, iseng aja sih bacanya. Dan terakhir dia nulis dengan hastag #ODOP. Penasaran apaan sih ODOP yang dimaksud, liat hastag dibawahnya #OneDayOnePost. Nanya lagi dalam hati, itu apaan sih? Kok udah kaya orang yang jualan gitu, target tiap hari harus ada yang diposting biar banyak yang liat. Dan sangking keponya langsung ngehubungin kakak, dan ternyata secara garis besarnya adalah "menulis". Iya ini kesimpulan yang saya ambil dari sekian penjelasannya. Dan spontan bilang " Wah, seru mba. Aku ikutan dong. Gimana caranya?" Dan dijawab sudah full alias tidak nerima anggota lagi. Huuu, syeediihh 😢. Tapi langsung dihibur dengan kata-kata "Nanti kalau buka lagi, aku kasih tau". Dan ternyata jeda ngasih taunya luuaaammmaaaa. Sepertinya dese anggota batch 1 ...