Langsung ke konten utama

Hallo, Sayang. Ada apa?

Tuuutt....
Ttuuuuttt...

Telpon ku tidak diangkat.
Mungkin sedang dijalan. Baiklah aku tinggalkan pesan saja. Agar saat dia melihat hp  bisa menghubungiku kembali.

30 menit berlalu.
Masih tidak ada kabar darinya.
Aku telpon lagi saja deh.

Tuuuttt...
Ttuuuttt...
Masih tidak diangkat. Apa dia begitu sibuk? Atau telponku yang dicuekin?
Pesanku sudah masuk, tapi dia tidak menghubungiku.

15 menit berlalu.
Ada pesan masuk di WA.
" Ada apa? Aku lagi sibuk"
Katanya dalam pesan itu. Sesibuk itukah sampai tak sempat membalas dengan kata-kata manis atau dengan nada yang lembut. Memang sih tulisan bisa jadi berbagai nada kalau dibaca tapi bisa saja ia bubuhkan dengan kata sayang gitu? Serta maaf?

"Ada apa sayang? Maaf aku sedang sibuk dilapangan. Belum bisa balas pesan mu. Nanti kalau sudah senggang aku hubungi kamu yah" dengan kaya gitu juga bisa membuat hati ini tenang. Tapi harapanku jauh meleset.

" Tak apa. Ak hanya kuatir saja. Maaf mengganggu" balasku yang sudah tak nafsu marah ataupun berlembut-lembut kata.

Seandainya kamu tahu, Mas. Aku ini orang yang gampang luluh hanya dengan kata-kata lembut loh bukan rayuan gombal atau membelikan barang mewah. Dengan kamu hanya memberi kabar tanpa harus aku repot-repot berulang kali mencarimu atau dengan inisiatifmu duluan mengabariku dengan kata-kata lembut akupun sudah senang kok.

Tapi apalah daya, daripada membuatmu marah karena terus mengulang apa yang aku maksudkan. Lebih baik aku mengalah lagi walaupun rasa kesal sudah mencapai tingkat Walikota.

Pekalah mas, sebelum ada yang peka lainnya untukku. Perhatianlah mas, sebelum ada yang perhatian lainnya untukku. Berkata manislah mas, sebelum ada yang melakukan itu untukku. Dan hapuslah tuut tuut itu yang tidak diangkat-angkat dengan cepat lalu berkata "Hallo, Sayang. Ada apa? "

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Snow White dan Rujak

Suatu ketika di sebuah istana yang sangat besar, hidup lah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam sebahu. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Snow White. Snow White memiliki ibu tiri yang selalu iri pada kecantikan Snow White. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal ini setiap hari, setiap kali ia bertanya. Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib wanita mana yang paling cantik di negeri ini dan cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tercantik. Ibu tiri Snow White sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Snow White ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Snow White, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi. Di hutan, Snow White sendirian dan ketakutan. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ...

September 2011

Waktu menunjukkan pukul 11 malam pada kala itu di tahun 2011. Saat itu aku sedang dikamar hendak tidur. Tiba-tiba hpku bunyi. Telpon dari papah. Lho, kan papah di kamarnya, ada apa ya? Tanyaku dalam hati. " Iya, kenapa pah? " tanyaku " Anter papah ke rumah sakit wa,, dada papah ngga enak" pintanya padaku. " Iya sudah pah. Tunggu aku kebawah dulu" kata ku sambil beranjak dari tempat tidur. Sesampainya di rumah sakit daerah Depok papahku langsung masuk IGD mengingat dia punya sakit jantung. Mama mengantarnya masuk ke dalam. Setelah dapat parkiran aku langsung masuk ke dalam, namun mamah ada di luar. " Papah kenapa mah? " tanyaku. " Ga apa-apa. Cuma kangen sama suster di rumah sakit paling. Itu udah mau selesai. " kata mamaku sambil bercanda. Malam itu pun kami pulang tanpa rasa was was. Namun tidak untuk empat hari kemudian. Papa masuk rumah sakit lagi. Harus ada tindakan untuk pemasangan ring kembali dijantungnya. Selama observasi...

Cinta kedua (part 3)

Dari obrolan malam itu, akhirnya kami semakin dekat, namun belum sampai tahap yang dinamakan pacaran. Ya, hanya berteman dekat. Dimana saat senggang kita menghabiskan waktu dengan menonton bioskop, makan atau sekedar jalan-jalan. Tapi tetap bersama pasukan yang lain. Karena aku belum siap. Belum siap untuk memulai dari awal lagi dengan orang baru. Belum siap was was karena beda kampus. Dan belum siap untuk nantinya kehilangan lagi. Ya, aku belum siap untuk sakit hati,  karena rasa sakit yang kemarin masih berbekas. Walaupun dia telah memberikan lampu hijau kepadaku tanda bahwa dia juga menyukaiku. Sampai suatu hari, saat sedang berkumpul Naura menerima telpon dari seseorang. Aku penasaran karena dia menjauh saat mengangkat telpon itu. Dan saat kembali wajahnya seperti orang bingung. Dengan berani kutanyakan ada apa dan dia menjawab " Tadi itu ada cewek telpon, terus dia nanya, boleh ga kalau Andra buat dia? Aneh banget ga tuh" jawabnya sambil menyebutkan nama mantannya itu....