Dari obrolan malam itu, akhirnya kami semakin dekat, namun belum sampai tahap yang dinamakan pacaran. Ya, hanya berteman dekat. Dimana saat senggang kita menghabiskan waktu dengan menonton bioskop, makan atau sekedar jalan-jalan. Tapi tetap bersama pasukan yang lain. Karena aku belum siap.
Belum siap untuk memulai dari awal lagi dengan orang baru. Belum siap was was karena beda kampus. Dan belum siap untuk nantinya kehilangan lagi. Ya, aku belum siap untuk sakit hati, karena rasa sakit yang kemarin masih berbekas. Walaupun dia telah memberikan lampu hijau kepadaku tanda bahwa dia juga menyukaiku.
Sampai suatu hari, saat sedang berkumpul Naura menerima telpon dari seseorang. Aku penasaran karena dia menjauh saat mengangkat telpon itu. Dan saat kembali wajahnya seperti orang bingung. Dengan berani kutanyakan ada apa dan dia menjawab " Tadi itu ada cewek telpon, terus dia nanya, boleh ga kalau Andra buat dia? Aneh banget ga tuh" jawabnya sambil menyebutkan nama mantannya itu.
" Terus lw jawab apa? " tanyaku penasaran.
" Iya gw bilang aja. Ya kalau Andranya mau ambil aja. Terus dia bilang makasih" jawaban yang aneh sih menurutku. Kenapa jawabnya seperti itu. Apa hanya didepanku atau memang dia sudah menyerah dengan mantannya? Karena satahu ku pacaran yang sudah lima tahun itu membekas sekali.
" Emangnya lw udah ga mau balik lagi, Ra? " akhirnya kutanyakan itu daripada penasaran.
" Ga tau. Di satu sisi kl ditanya masih pengen kadang pengen balik, tapi gw udah capek. Gw capek kalau nanti balikan gw lagi yang harus nangis atau gw yang capek sendiri menata kesabaran gw. Ga tau juga lah. Hahahaha. " katanya yang terlihat kebingungan.
Noted! Masih ada sayang di diri Naura untuk mantannya dari kalimatnya tadi. Jadi sementara jalananin aja dulu kedekatan ini. Kalau berjodoh pasti bersatu. Aku tak ingin memaksakan toh, kita masih sama-sama baru putus cinta. Bisa saja nanti malah hanya pelarian kita saja. Bukan benar rasa sayang. Ada sedikit lega dalam hati ini setelah kejadian barusan. Mungkin juga ini jawaban dari rasa penasaranku.
Komentar
Posting Komentar