Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Sudah waktunya mandi pagi nih.
" My Princess, ayo kita ibak. Biar ga bau aseemmm. " ajakku kepada dua princess yang sedang asyik menonton kartun pagi seperti biasanya.
" No. No, Mama. Yaya au mam" sahut si kecil yang maunya sarapan dulu.
" Mah, Teteh mau makan dulu aja." timpal si Sulung yang juga maunya sarapan.
" Oke, mau sarapan apa? " tanyaku.
" A-yam. Na-ci (Ayam. Nasi) " ujar si kecil terbata yang memang belum lancar berbicara.
" Kalau teteh mau apa?" tanyaku.
" Telor kupas-kupas aja mah. " pintanya
" Au uga. Mah, au mam yoy uga (aku juga. Mah, aku makan telor juga) " samber si kecil yang ga mau kalah.
Baiklah, sarapan kali ini simple. Telor rebus. Memang, kedua princess ini senang sekali makan telor. Mau rebus atau orak arik. Atau hanya nasi mentega plus telur orak arik pun lahap dimakan.
Sudah selesai makan, berarti waktunya mandiii... Yeaayy, saat anak mandi adalah waktu yang senggang untuk beberes pekerjaan rumah yang lain. Karena kalau sudah selesai mandinya, tidak akan bisa bekerja dengan baik. Ditempel si bungsu untuk mengASI dan waktunya dia bobo pagi.
" Ayo, udahan yuk main airnya." ajakku pada kedua princess.
" Mah, dah mah. Yaya nin (mah, sudah mah. Yaya dingin) " ujar si bungsu.
" Iya sayang. " kataku sambil mengelap air di tubuh mereka dengan handuk dan akan memakaikan baju mereka.
Drama pun dimulai.
" Mah, teteh make baju ini aja yah. " ujar si sulung sambil memakai baju yang telah dia pilih sendiri.
" Kok yang itu teh, nanti susah kalau teteh lagi kebelet" kataku yang sudah membayangkan akan ada drama lain lagi saat nanti teteh kebelet buang air karena baju pilihannya jump suit.
" Ngga! Teteh maunya make ini" ujarnya sambil menekankan kalimatnya dan sedang memulai menangis yang dipaksakan. Iya, Hyorine ini suka bersikap tantrum. Mungkin sedang dalam umurnya.
" Iya sudah. Tapi nanti jangan marah dulu kalau lama buka bajunya pas teteh mau ke kamar mandi yah" jelasku agar dia tau nanti konsekuensinya kalau memakai baju itu.
Drama pertama sudah selesai, nah drama kedua mulai.
" Mah, no no! Nih anah. (mah, ga. Ga! Yang ini sana)" kata si bungsu sambil menyingkirkan baju yang telah kupilihkan.
"yaya, mau make baju yang mana? " tanyaku.
" Mah, nana? Au nana. (Mah, nanas. Aku mau baju nanas) " ujar si bungsu. Innara lagi senang sekali dengan buah nanas, jadi untuj baju nanas bisa dipakai berkali-kali dalam satu waktu.
" Kan bajunya lagi dicuci, Yang. Yang ini aja yah. " kataku.
" No no mah, au ni. ( tidak mah, aku yang ini aja)" ucapnya sambil menunjukkan baju yang dipilihnya sendiri. Baiklah, emaknya mengalah aja deh daripada drama air mata buayanya dimulai, hehehe. Ya, si bungsu mungkin belajar dari kakaknya saat memakai baju. Sekarang Innara sudah bisa menentukan dia mau memakai baju yang mana. Sampai ada baju yang cuci kering pake. Dan drama ini akan terjadi setiap hari sesudah mereka mandi. Drama kecil yang selalu buat emaknya geleng kepala, ngelus dada tapi senyum bahagia karena mereka belajar menentukan apa yang mereka mau dan yang tidak. Secara tidak langsung mereka pun belajar tanggung jawab atas apa yang mereka pilih.
Komentar
Posting Komentar