Aku termasuk orang yang sulit jatuh cinta. Apalagi ini kali kedua aku berjumpa tatap muka dengannya. Tidak pernah berkomunikasi atau semacamnya. Jadi apa mungkin ini cinta??
Keesokan harinya.
"Toni, hp lw bunyi nih. " teriakku pada toni yang sedang main ke rumahku.
"Iya sebentar, kalau ngga angkat dulu. Gw lagi mesen bakso nih. " balasnya dari luar rumah. Ku lihat layar hpnya. Telpin dari Naura. Lho, kok deg degan lagi.
"Hallo" kata ku sok cool campur deg degan.
"Hallo, Toni. Dimana lw? Temenin gw ngobrol dong. Gw dikampus sendiri nih, kelas masih sejam lagi." terdengar ocehan panjang dari sana.
"Toninya lagi mesen bakso, Ra."
"Lah, ini siapa? "
"Ini gw, Malik"
"Hah!! Oh, lw Lik. Masih lama tuh si Toni? "
"Ngga sih kayanya. Mau gw kasihin? " tanyaku.
"Oh, ngga usah. Ngga apa-apa. Lw aja deh yang temeni gw ngobrol yah" tanyanya padaku.
"Haa.. Oh,, iya boleh. Boleh." kataku. Kaget bercampur senang dan bisa buat senyum-senyum sendiri.
Siang itu, 30 menit kami ngobrol yang juga digangguin teman-temanku yang lain. Masih obrolan standar. Sampai akhirnya malam hari, dihari yang sama ada panggilan masuk di hpku. Nomor yang sepertinya tidak asing tapi tidak tersimpan olehku.
"Hallo. " sapaku.
"Hallo, Malik. Ini gw Naura. Toni masih ada di rumah lw? " tanyanya.
"Eh, hai. Ngga udah pulang. Emang ngga bisa di telpon? " tanyaku.
"Ngga. Makanya gw telpon lw. Siapa tau masih ada. Ngomong-ngomong lagi ngapain Lik? Gw ganggu ngga? " tanyanya dan sepertinya dia membuka obrolan baru denganku.
"Ngga kok. Lagi santai aja gw. Masih jam 9 malem juga. Lw dimana nih? " tanyaku.
" Dirumah kok." jawabnya. Dan tak terasa kita ngobrol sampai 4jam. Ya, rekor terlama untuk mengobrol di telpon buatku.
"eh, Malik udah jam 1 pagi. Ya Allah, ngga kerasa. Udah dulu kali yah. Besok kuliah kan lw? " tanya Naura.
"Iya, yah. Pantes mata gw sepet. Hahaha,, ok siap. Iya besok kuliah jam 9 pagi. " jelasku.
"Hahaha, sama mata gw juga sepet. Ya sudah. Besok kita lanjutin lagi ngobrolnya. Selamat malam, Malik. Assalamualaikum." katanya berpamitan.
" Selamat malam juga Naura. Waalaikumsalam" jawabku.
Huaaahh. Ini obrolan ngalur ngidul yang paling membuatku senyum-senyum sendiri. Campur-campur rasanya. Ya Allah, semoga saja bisa semakin dekat dan lebih akrab. Tidak muluk-muluk untuk menjalin hubungan karena cinta yang biasa tumbuh tidak cepat begitu saja.
Bersambung
Ko namanya sama kaya saya y
BalasHapusNama yang mana ka?
Hapus