Langsung ke konten utama

Dia dan Rasaku

Dia yang pernah hadir dalam hidupku, saat terjatuhku, saat ku merasa sendiri walau ditempat ramai.

Dia yang pernah hadir dalam hidupku  untuk melupakan rasa sakit hatiku, untuk membuatku tersenyum dalam sedihku.

Dia yang pernah hadir dalam hidupku dengan candanya, dengan obrolannya dan dengan perhatiannya.

Perubahan dalam hidupku yang tidak pernah terbesit dalam pikiranku. Perubahan yang tidak pernah terbayang dalam hidupku.

Terimakasih karena telah membawa cerita lain dari kehidupanku. Dan telah membawa warna yang berbeda dalam perjalanan romansaku.

Maafkan karena ku tak bersamamu. Maafkan karena ku mungkin membuat pengharapan untukmu atau bahkan untuk ku juga. Maafkan karena ku tetap kembali padanya, yang telah membuatku jatuh dulu. Bukan karena kau tak baik atau dia yang terbaik, aku tak mau kau tahu sebenarnya bahwa akulah yang tak baik.

Apakabar dia yang disana?? Sudahkah menjadi bagian hidup orang lain?? Sudahkah dia melupakan waktu kebersamaan kita saat itu?? Masihkah kau curi-curi memory tentangku? Apakah kau memantau kegiatanku di sosmed?? Karena terkadangpun aku melakukannya.

Bukan untuk jatuh ke padamu lagi, tapi sebatas mengingat bahwa kau pernah menjadi warna merah, kuning ataupun biru dalam hidupku.

Maafkan dan terimakasih untuk pelangi sesaatnya.

#tetibapengannulis
#abisnontondrakor
#dapetwangsit
#ceritafiksi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Snow White dan Rujak

Suatu ketika di sebuah istana yang sangat besar, hidup lah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam sebahu. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Snow White. Snow White memiliki ibu tiri yang selalu iri pada kecantikan Snow White. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal ini setiap hari, setiap kali ia bertanya. Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib wanita mana yang paling cantik di negeri ini dan cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tercantik. Ibu tiri Snow White sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Snow White ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Snow White, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi. Di hutan, Snow White sendirian dan ketakutan. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ...

September 2011

Waktu menunjukkan pukul 11 malam pada kala itu di tahun 2011. Saat itu aku sedang dikamar hendak tidur. Tiba-tiba hpku bunyi. Telpon dari papah. Lho, kan papah di kamarnya, ada apa ya? Tanyaku dalam hati. " Iya, kenapa pah? " tanyaku " Anter papah ke rumah sakit wa,, dada papah ngga enak" pintanya padaku. " Iya sudah pah. Tunggu aku kebawah dulu" kata ku sambil beranjak dari tempat tidur. Sesampainya di rumah sakit daerah Depok papahku langsung masuk IGD mengingat dia punya sakit jantung. Mama mengantarnya masuk ke dalam. Setelah dapat parkiran aku langsung masuk ke dalam, namun mamah ada di luar. " Papah kenapa mah? " tanyaku. " Ga apa-apa. Cuma kangen sama suster di rumah sakit paling. Itu udah mau selesai. " kata mamaku sambil bercanda. Malam itu pun kami pulang tanpa rasa was was. Namun tidak untuk empat hari kemudian. Papa masuk rumah sakit lagi. Harus ada tindakan untuk pemasangan ring kembali dijantungnya. Selama observasi...

Cinta kedua (part 3)

Dari obrolan malam itu, akhirnya kami semakin dekat, namun belum sampai tahap yang dinamakan pacaran. Ya, hanya berteman dekat. Dimana saat senggang kita menghabiskan waktu dengan menonton bioskop, makan atau sekedar jalan-jalan. Tapi tetap bersama pasukan yang lain. Karena aku belum siap. Belum siap untuk memulai dari awal lagi dengan orang baru. Belum siap was was karena beda kampus. Dan belum siap untuk nantinya kehilangan lagi. Ya, aku belum siap untuk sakit hati,  karena rasa sakit yang kemarin masih berbekas. Walaupun dia telah memberikan lampu hijau kepadaku tanda bahwa dia juga menyukaiku. Sampai suatu hari, saat sedang berkumpul Naura menerima telpon dari seseorang. Aku penasaran karena dia menjauh saat mengangkat telpon itu. Dan saat kembali wajahnya seperti orang bingung. Dengan berani kutanyakan ada apa dan dia menjawab " Tadi itu ada cewek telpon, terus dia nanya, boleh ga kalau Andra buat dia? Aneh banget ga tuh" jawabnya sambil menyebutkan nama mantannya itu....