Langsung ke konten utama

Aneh

Hari ini jadwalnya mengantar ibu mertua untuk berobat alternatif di daerah Gunung Putri, Bogor. Daerah yang terbilang asing untukku. Karena jujur saja sudah sebesar ini pun kalau lewat tol hanya liat papan penunjuk arahnya saja. Tapi tidak pernah berbelok kesana. Ini kali kedua aku ke sana. Guyuran hujan dari tadi pagi menemani perjalanan kami.

Tidak sampai sepuluh menit dari gerbang tol Cibubur, kami keluar ke daerah Gunung Putri. Dan menuju ke tempatnya. Aku mulai hapal dengan keadaan jalan disana. Walaupun tetap asing buatku. Seperti berada di daerah yang jauh, padahal dari rumah hanya tiga puluh menit juga sudah tiba ditujuan dengan catatan tidak macet.

Akhirnya kita sampai diantrian mobil untuk bergantian menggunakan jalan. Bukan, bukan karena jalannya sempit. Namun jalannya sedang dibenerin. Sedang di beton. Dan sudah giliran antrian kami yang jalan. Sesampainya di persimpangan, kami bingung karena seharusnya kita mengambil jalan lurus namun ini tidak bisa karena tingginya jalan baru yang di beton tadi. Mau tidak mau kita harus mengikuti jalan.

"Baiklah kita cari jalan baru, liat maps dan siapa tau ketemu jalannya," kata suamiku. Namun diperjalanan tiba-tiba mobil kami seperti dihentikan. Tidak dihentikan paksa, namun seperti orang yang menyuruh jalan perlahan. Suamiku melambatkan laju mobil. Dan orang tersebut menghampiri mobil kami. Saat dia berada di sebelah pintu dan kaca pun diturunkan suami, hati ini menjadi deg degan. Ya, takut saja kalau ternyata mereka orang jahat. Dengan suasana jalan yang agak sepi, kanan kiri masih banyak tanah kosong dengan ilalang yang cukup tinggi, hujan yang intensitasnya sedang dan daerah yang asing buat kami. Saat itu aku sedang memangku anak bungsuku yang sedang tertidur.

" Maaf, Pak. Boleh minta bantuannya sedikit untuk membeli bensin. " kata orang itu dalam hujan rintik di luar.
" Ya Allah, iya boleh sebentar pak. " kata suamiku sambil mencari uang untuk orang itu. Disini, ada perasaan lain saat melihatnya. Ada pikiran tidak biasa, seperti tiba-tiba dia mengambil anakku atau saat membuka dompet langsung dirampasnya dan pergi dengan motornya. Untungnya itu tidak terjadi. Syukurlah hanya imajinasiku saja. Suami memberi sedikit uang untuk membantu. Dan tentu saja ia tidak memiliki pikaran seperti aku yang aneh itu. Niatnya membantu, itu saja.

Setelah selesai memberikan bantuan, kita kembali melanjutkan perjalanan. Dan pikiranku akan yang aneh itu muncul lagi. Curiga! Aku curiga dengan apa yang barusan terjadi. Aneh saja, sebelum mobil kami lewat, sudah ada beberapa mobil di depan kami. Tapi kenapa ga diberhentikan ya? Aneh deh pokoknya.

" Kok, aneh ya pah. " kataku yang akhirnya mengeluarkan yang mengganjal dihati.
" Aneh kenapa? " tanyanya.
" Yang tadi. Kok kaya modus aja gitu. Aneh lah" jelasku.
" Udah jangan mikir kaya gitu, siapa tau emang bener dia butuh bantuan. Jangan berburuk sangka ah, dosa! " katanya. Dan aku terdiam sambil tetap mikirin. Keanehan kedua adalah saat aku melihatnya memakai tongkat yang kupikir itu alat bantunya untuk berjalan karena mungkin ada masalah pada kakinya. Dan saat mobil jalan tadi aku intip lewat kaca spion, orang itu berjalan seperti biasa. Seperti tidak sakit atau cacat atau susah berjalan. Mungkin aku salah lihat. Pikirku untuk menimbulkan pikiran positif, biar ga dosa.

" Kayanya kejauhan deh ini. Coba telpon lah tempat berobatnya. " kata suamiku. Sedangkan aku masih memikirkan keanehan tadi. "Oke, kalau nanti ternyata putar arah ke jalan yang tadi dan orang tadi memberhentikan mobil lagi sepertinya bener itu modus baru dari meminta belas kasih orang lain" kataku dalam hati. Mobilpun berbalik arah ke jalan yang tadi. Aku juga tidak sabar untuk di jalan yang tadi itu.

Tiba ditempat kejadian. Orang yang tadi sudah berpindah dari posisi semula. Dan benar seperti dugaanku, ia pun menghentikan mobil kami lagi. Dengan cara yang sama. Untuk kali ini suami tidak berhenti, karena mobil depan kamipun tidak dihentikan oleh dia. Mobil didepan berplat F sedangkan kami B. Apakah tujuannya hanya yang berplat B karena tau mungkin hanya pendatang. Suami pun kaget karena dihentikan lagi. Tapi tetap pikirannya yang lurus. Kalau saja pikiranku benar, maka sangat disayangkan. Pekerjaannya menghasilkan yang tidak halal karena menipu. Tapi Allahualam bisa saja aku yang salah. Dengan dukungan pakaian seperti orang pesantren. Baju koko, peci dan bersarung. Sekali lagi jika bener dugaan saya, amat disayangkan. Padahal dengan kondisi yang terlihat cukup sehat, masih banyak pekerjaan yang bisa dikerjakan. Masa kalah dengan pejuang hidup diluar sana yang umurnya bisa dikatakan sudah sepuh!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Snow White dan Rujak

Suatu ketika di sebuah istana yang sangat besar, hidup lah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam sebahu. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Snow White. Snow White memiliki ibu tiri yang selalu iri pada kecantikan Snow White. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal ini setiap hari, setiap kali ia bertanya. Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib wanita mana yang paling cantik di negeri ini dan cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tercantik. Ibu tiri Snow White sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Snow White ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Snow White, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi. Di hutan, Snow White sendirian dan ketakutan. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ...

Cerita horor

Pagi tadi di grup besar lagi ngebahas tentang horor. Membahas cerita seram dengan mahluk astral. Dalam hidup saya sebenarnya paling anti untuk cerita yang kaya gitu. Karena kalau tahu atau nonton film hantu bisa kebayang-bayang terus. Mau dimanapun dan kapanpun. Itulah yang ngebuat jadi ga suka sama film horor. Belum lagi pas sebelum nikah sering banget pulang malam dan menyetir mobil sendirian ditambah suasana komplek rumah yang sepi kalau malam. Cocok banget lah untuk pelengkap ketakutan ini. Kalau film luar negri masih bisalah ya ditolerir, tapi kalau dalam negri bendera putih lah yang berkibar. Pengalaman sekali-kalinya nonton film Hantu Jeruk Purut, selesai jam sepuluh atau sebelas malam gitu dan pulangnya sengaja mampir ke TPU Jeruk Purutnya. Ga teriak-teriak ketakutan sih, cuma sepanjang itu tutup mata dan berdoa terus. Hahaha. Hasilnya bumper mobil yang lecet gara-gara masukin mobilnya buru-buru banget. Pernah juga pengalaman dari anak sendiri waktu umurnya masih satu tahunan...

Dateline!!

Hari sudah mulai gelap, waktu sudah menunjukkan pukul 20.14. Tapi tulisan untuk hari ini belum jadi juga. Sebenarnya tadi siang dipikiran ini ingin menulis sebuah puisi. Ingin mengasah seberapa bisa sih diri ini menulis puisi. Tapi belum jadi sudah diedit, di edit lagi dan terakhir dihapus. Rasanya ada yang kurang dan belum pas gitu. Oke, kita tulis cerita saja. Cerita apa yah kira-kira yang enak. Cerita yang membawa orang untuk membacanya. Kita tulis tetang percintaan saja, pikirku. Tapi sepertinya gagal, karena masih punya hutang satu cerita cinta yang belum kelar. Masih mentok dengan bagaimana baiknya nanti. Sudahlah, nanti saja. Sekarang pergi saja dulu jalan-jalan siapa tau dapat inspirasi untuk menulis nanti pas dijalan. Sekaligus menyenangkan dua princess ku.Ternyata sore itu hujan dengan lebat. Sangat deras menurutku. Suasana dijalan begitu gelap dan jarak pandang mata ke mobil depan tidak bisa jauh. Sesampainya di tempat tujuan. Lagi-lagi aku tidak bisa menulis dengan tenan...