Pagi tadi di grup besar lagi ngebahas tentang horor. Membahas cerita seram dengan mahluk astral. Dalam hidup saya sebenarnya paling anti untuk cerita yang kaya gitu. Karena kalau tahu atau nonton film hantu bisa kebayang-bayang terus. Mau dimanapun dan kapanpun. Itulah yang ngebuat jadi ga suka sama film horor. Belum lagi pas sebelum nikah sering banget pulang malam dan menyetir mobil sendirian ditambah suasana komplek rumah yang sepi kalau malam. Cocok banget lah untuk pelengkap ketakutan ini. Kalau film luar negri masih bisalah ya ditolerir, tapi kalau dalam negri bendera putih lah yang berkibar.
Pengalaman sekali-kalinya nonton film Hantu Jeruk Purut, selesai jam sepuluh atau sebelas malam gitu dan pulangnya sengaja mampir ke TPU Jeruk Purutnya. Ga teriak-teriak ketakutan sih, cuma sepanjang itu tutup mata dan berdoa terus. Hahaha. Hasilnya bumper mobil yang lecet gara-gara masukin mobilnya buru-buru banget.
Pernah juga pengalaman dari anak sendiri waktu umurnya masih satu tahunan. Memang anak pertamaku, Hyorine belum pernah ketemu sama ibu kandungku karena beliau sudah tiada. Hanya pernah kuperkenalkan lewat foto. Saat itu Hyo, panggilan anakku, sedang main tiba-tiba teriak dan nangis. Aku pun langsung berlari ke arahnya. Takut dia terluka atau apa. Tapi ternyata tidak ada luka. Hanya menunjuk ke arah yang tidak ada apa-apa atau siapa-siapa. Ku peluk dia dan bertanya ada apa?. Hyo pun berkata kalau dia lihat "mama". Aku pun kaget, saat itu aku sedang tidak bersamanya. Kutanya lagi seperti apa? Katanya liat "nda" tapi kaya mama. Nda itu sebutan Hyo untuk neneknya. Saat diceritakan seperti itu aku, suami dan nenek (mertua) hanya mengambil kesimpulan mungkin "ndanya" lagi pengen ketemu dan beberapa hari kemudian aku pun memimpikan beliau. Mungkin juga itu karena aku yang kangen pada ibuku.
Beda lagi dengan anak keduaku. Saat itu kami sedang berkunjung ke rumah mama. Rumah mama itu depan belakang, dua rumah jadi satu. Dan semenjak mama sudah ga ad, aku dan kakak laki-laki sudah keluar dari rumah jadi rumah belakang ga keurus. Hanya rumah depan saja yang ditinggalin. Sore itu aku, Nara (anakku) dan adik perempuanku sedang ke rumah belakang untuk mengambil barang. Saat itu sudah pukul lima sore. Tiba-tiba Nara bilang kalau ada nenek. "Mah, nenek mah. " katanya. Sontak aku dan adikku langsung saling melihat dan sudah agak takut. Aku pum bertanya pada anakku.
" Ada nenek? Dimana yang? "
" Tuh, nenek" katanya sambil menujuk ke pojok atas. Oke baiklah, karena mau magrib juga lantas ak dan adikku cepat-cepat untuk keluar dari rumah.
Memang secara langsung aku tidak pernah mengalami lihat langsung. Dan tidak berharap untuk bisa melihat juga sih. Karena tahu banget kalau diriku ini penakut untuka hal semacam itu. Palingan juga cuma sekikat kaya bayangan hitam atau lihat pantulan dan menyerupai seperti orang-orang terdekat.
wkwkkwwk
BalasHapushoror banget inimah
BalasHapus