Saat ini banyak sekali penipuan yang terjadi di sekitar kita. Seperti pengalaman saudara sendiri. Dia kehilangan mobilnya akibat ditipu sama orang. Pelakunya kejahatan tidak mengenal wanita atau lelaki. Kebetulan saat itu penipunya seorang ibu-ibu. Niat over kredit mobilnya, ternyata dibawa kabur. Walaupun sudah megang KTP pelaku, ternyata KTP aspal, asli tapi palsu. Karena alamatnya memang ada tapi bukan miliknya. Maka dari itu, kita wajib waspada selalu.
Saya pernah juga ketika sedang berada di sebuah minimarket dengan dominan warna merahnya, yang kebetulan ada mesin ATMnya. Saat itu tiba-tiba seorang ibu masuk dengan paniknya. Ia berkata bahwa telah ditipu, kartu ATMnya lenyap. Diambil orang saat mau transaksi di ATM yang ada di minimarket itu. Bukan berniat untuk menguping, tapi kejadian itu menjadi pusat perhatian karena saat itu modus seperti itu sedang marak.
Jadi ceritanya sebelum kita transaksi, ada seseorang yang sedang transaksi. Dan orang itulah si penjahatnya yang membuat kartu kita tidak bisa masuk ke dalam mesin. Dengan berlaga baik hati mau membantu, dengan cepatnya dia mengambil alat yang mengganjal di mesin ATM. Tapi dengan cepatnya juga dia menukar kartu ATM kita dengan kartu palsu miliknya. Saat kartu palsu bisa masuk dan kita memencet PIN disitu juga dia mengintip untuk nantinya mengambil uang yang ada di tabungan kita melalui ATM yang telah ditukar tadi. Seperti itulah kira-kira garis besar ceritanya.
Dan kejadian ini banyak sekali divideokan dalam bentuk rekaman CCTV minimarket atau yang ada mesin ATMnya. Tujuannya untuk kita selalu waspada dan berhati-hati. Seperti baru-baru ini saya juga lihat di video yang banyak di share teman-teman di facebook. Kalau lihat kejadiannya bikin emosi dan gemas. Emosi kenapa si korban bisa percaya sama orang yang baru ditemuin untuk memasukkan kartu ATMnya. Mungkin banyak faktor sih yang membuat korban mau dibantu pelaku. Dan mungkin juga si korban sedang tidak konsentrasi atau mereka memang mencari korban wanita atau ibu-ibu yang menurut mereka gampang dibohongi.
Setelah liat videonya, tiba-tiba saya kepikiran bagaimana kalau saya sebagai target si penjahat itu. Apalagi cukup sering saya ke ATM yang di minimarket dengan membawa anak. Konsentrasi pasti terpecah karena satu sisi mau bertransaksi satu sisi lagi mengawasi anak yang sudah dapat dipastikan sibuk "belanja" keinginannya 😪. Kadang, kita sebagai orang Indonesia yang terkenal suka menolongnya dan suka sungkan dengan orang bisa membuat jadi masalah. Maksudnya misalkan kita yang menjadi target lalu dibantu sama si pelaku, pasti kalau menolak bantuannya jadi merasa tidak enak, jadi menerima mau tidak mau menerima bantuannya. Dan saya jadi mempunyai ide sindiri (mungkin sudah banyak yang melakukan) tapi ini tadi muncul di benak saya. Yaitu dengan memberinya tanda, kalau kecil bisa tidak kelihatan sama saya yang minus 4,5 ini jadi saya berinisiatif sendiri untuk menggambarnya. Atau bisa juga menandainya dengan menempelkan sticker atau apa saja untuk penanda. Jadi, Insha Allah saat si pelaku mau menukar kartu kita, kita bisa langsung tau kalau kartunya ditukar atau tidak dengan ciri khas yang kita buat sendiri itu. Sebenarnya ada sih kartu ATM yang dibuat dengan gambar yang kita mau, seperti dari bank ternama tapi ga kuat untuk mengantrinya. Ok, cukup sekian tips dari saya. Semoga bermanfaat dan berfaedah yah. Terimakasih, sampai jumpa di tips and trick selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar