Langsung ke konten utama

Cinta Kedua (part 4/ end)

" Lagi apa, Lik? " ada pesan singkat masuk. Dari Naura.
" Ga lagi ngapa-ngapain kok, Ra" jawabku. "Kenapa gitu? " tanyaku penasaran
" Ga apa-apa sih, cuma lagi bingung aja mau ngapain. Berarti ga ganggu yah kalau gw telpon? " tulisnya di pesan singkat itu.
" Ga kok. Biar gw aja yang telpon. " kataku membalas pesannya. Dan aku pun segera menelponnya. Percakapan dimulai dari hanya basa basi sampai menyinggung masalah pribadi.

Sampai pada akhirnya dia menceritakan bagaimana keadaannya dia sekarang. Beberapa lama ini memang kita seperti menjauh, dia yang tiba-tiba mundur perlahan dari yang tadinya rutin main bersama atau sekedar telponan. Kaget memang saat tahu bahwa ternyata masa lalunya itu datang kembali dan memintanya bersama lagi. Karena selama ini kita memang dekat tapi tidak punya status hubungan.

Seperti yang sudah aku katakan dahulu bahwa memang, kita masing-masing sedang menata diri kembali. Mencari apa yang memang dirasa. Ada sedikit rasa kecewa muncul saat Naura bilang kalau Andra kembali. Mungkin saat itu rasa sayang dan perduliku mulai muncul. Tapi bukan tipeku untuk terburu-buru. Disaat aku siap, maka aku akan berani mengungkapkan rasaku.

"Terus gimana sekarang lw? Jadi balikan? " tanyaku sedikit menyelidik.
" Ga kok. Gw masih enak sendiri gini. Masih nyaman bareng lw sama anak-anak. Gw bisa nikmatin hidup yang ga cuma berdua aja. " katanya.
"Tapi ada kemungkinan ga balik? " lanjutku bertanya.
" Hahaha,, kenapa lw? Kepo banget? Takut kehilangan gw yah? " katanya sambil tertawa.
" Hahaha,, ngaco lw. Pengen tau aja gw." kataku gugup.
" Takut kehilangan gw juga ga apa kok, Lik. Gw seneng kok, hahaha. " katanya lagi sambil tertawa.
" Hahaha,, lw diobral juga gw ogah Ra" jawabku gengsi.
" Ya, ampun. Segitunya. Awas ntar nyesel loh ga bisa dapetin gw. " ucap Naura yang sebenernya memang mewakili perasaanku saat itu.
" Hahaha.. " jawabku garing.

Obrolan pun selesai setelah satu jam berlalu. Ya, mungkin nanti akan ada penyesalan saat kita menyukai seseorang tapi tidak kita sadari. Dan benar saja. Itu adalah telpon terakhir Naura kepadaku dua bulan yang lalu, sampai aku dengar bahwa benar akhirnya dia kembali pada cintanya yang lama. Sebelumnya sempat ia menyampaikan maaf mungkin telah membuatku kecewa, namun lagi-lagi gengsi ini lebih didepan dan bilang tidak apa. Bila berjodoh pasti bersatu, itu yang aku katakan padanya namun ada kesedihan dihati ini. Sampai saat inipun aku masih ada penyesalan, mengapa dahulu tidak langsung aku katakan saja. Padahal sinyal baik untukku pun sudah ada. Cinta itu belum berpihak padaku ternyata. Naura kembali pada masa lalunya sedangkan aku masih sendiri menata kembali hatiku.  (end)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Snow White dan Rujak

Suatu ketika di sebuah istana yang sangat besar, hidup lah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam sebahu. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Snow White. Snow White memiliki ibu tiri yang selalu iri pada kecantikan Snow White. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal ini setiap hari, setiap kali ia bertanya. Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib wanita mana yang paling cantik di negeri ini dan cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tercantik. Ibu tiri Snow White sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Snow White ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Snow White, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi. Di hutan, Snow White sendirian dan ketakutan. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ...

September 2011

Waktu menunjukkan pukul 11 malam pada kala itu di tahun 2011. Saat itu aku sedang dikamar hendak tidur. Tiba-tiba hpku bunyi. Telpon dari papah. Lho, kan papah di kamarnya, ada apa ya? Tanyaku dalam hati. " Iya, kenapa pah? " tanyaku " Anter papah ke rumah sakit wa,, dada papah ngga enak" pintanya padaku. " Iya sudah pah. Tunggu aku kebawah dulu" kata ku sambil beranjak dari tempat tidur. Sesampainya di rumah sakit daerah Depok papahku langsung masuk IGD mengingat dia punya sakit jantung. Mama mengantarnya masuk ke dalam. Setelah dapat parkiran aku langsung masuk ke dalam, namun mamah ada di luar. " Papah kenapa mah? " tanyaku. " Ga apa-apa. Cuma kangen sama suster di rumah sakit paling. Itu udah mau selesai. " kata mamaku sambil bercanda. Malam itu pun kami pulang tanpa rasa was was. Namun tidak untuk empat hari kemudian. Papa masuk rumah sakit lagi. Harus ada tindakan untuk pemasangan ring kembali dijantungnya. Selama observasi...

Cinta kedua (part 3)

Dari obrolan malam itu, akhirnya kami semakin dekat, namun belum sampai tahap yang dinamakan pacaran. Ya, hanya berteman dekat. Dimana saat senggang kita menghabiskan waktu dengan menonton bioskop, makan atau sekedar jalan-jalan. Tapi tetap bersama pasukan yang lain. Karena aku belum siap. Belum siap untuk memulai dari awal lagi dengan orang baru. Belum siap was was karena beda kampus. Dan belum siap untuk nantinya kehilangan lagi. Ya, aku belum siap untuk sakit hati,  karena rasa sakit yang kemarin masih berbekas. Walaupun dia telah memberikan lampu hijau kepadaku tanda bahwa dia juga menyukaiku. Sampai suatu hari, saat sedang berkumpul Naura menerima telpon dari seseorang. Aku penasaran karena dia menjauh saat mengangkat telpon itu. Dan saat kembali wajahnya seperti orang bingung. Dengan berani kutanyakan ada apa dan dia menjawab " Tadi itu ada cewek telpon, terus dia nanya, boleh ga kalau Andra buat dia? Aneh banget ga tuh" jawabnya sambil menyebutkan nama mantannya itu....