" Lagi apa, Lik? " ada pesan singkat masuk. Dari Naura.
" Ga lagi ngapa-ngapain kok, Ra" jawabku. "Kenapa gitu? " tanyaku penasaran
" Ga apa-apa sih, cuma lagi bingung aja mau ngapain. Berarti ga ganggu yah kalau gw telpon? " tulisnya di pesan singkat itu.
" Ga kok. Biar gw aja yang telpon. " kataku membalas pesannya. Dan aku pun segera menelponnya. Percakapan dimulai dari hanya basa basi sampai menyinggung masalah pribadi.
Sampai pada akhirnya dia menceritakan bagaimana keadaannya dia sekarang. Beberapa lama ini memang kita seperti menjauh, dia yang tiba-tiba mundur perlahan dari yang tadinya rutin main bersama atau sekedar telponan. Kaget memang saat tahu bahwa ternyata masa lalunya itu datang kembali dan memintanya bersama lagi. Karena selama ini kita memang dekat tapi tidak punya status hubungan.
Seperti yang sudah aku katakan dahulu bahwa memang, kita masing-masing sedang menata diri kembali. Mencari apa yang memang dirasa. Ada sedikit rasa kecewa muncul saat Naura bilang kalau Andra kembali. Mungkin saat itu rasa sayang dan perduliku mulai muncul. Tapi bukan tipeku untuk terburu-buru. Disaat aku siap, maka aku akan berani mengungkapkan rasaku.
"Terus gimana sekarang lw? Jadi balikan? " tanyaku sedikit menyelidik.
" Ga kok. Gw masih enak sendiri gini. Masih nyaman bareng lw sama anak-anak. Gw bisa nikmatin hidup yang ga cuma berdua aja. " katanya.
"Tapi ada kemungkinan ga balik? " lanjutku bertanya.
" Hahaha,, kenapa lw? Kepo banget? Takut kehilangan gw yah? " katanya sambil tertawa.
" Hahaha,, ngaco lw. Pengen tau aja gw." kataku gugup.
" Takut kehilangan gw juga ga apa kok, Lik. Gw seneng kok, hahaha. " katanya lagi sambil tertawa.
" Hahaha,, lw diobral juga gw ogah Ra" jawabku gengsi.
" Ya, ampun. Segitunya. Awas ntar nyesel loh ga bisa dapetin gw. " ucap Naura yang sebenernya memang mewakili perasaanku saat itu.
" Hahaha.. " jawabku garing.
Obrolan pun selesai setelah satu jam berlalu. Ya, mungkin nanti akan ada penyesalan saat kita menyukai seseorang tapi tidak kita sadari. Dan benar saja. Itu adalah telpon terakhir Naura kepadaku dua bulan yang lalu, sampai aku dengar bahwa benar akhirnya dia kembali pada cintanya yang lama. Sebelumnya sempat ia menyampaikan maaf mungkin telah membuatku kecewa, namun lagi-lagi gengsi ini lebih didepan dan bilang tidak apa. Bila berjodoh pasti bersatu, itu yang aku katakan padanya namun ada kesedihan dihati ini. Sampai saat inipun aku masih ada penyesalan, mengapa dahulu tidak langsung aku katakan saja. Padahal sinyal baik untukku pun sudah ada. Cinta itu belum berpihak padaku ternyata. Naura kembali pada masa lalunya sedangkan aku masih sendiri menata kembali hatiku. (end)
Komentar
Posting Komentar