Langsung ke konten utama

Rumah masa kecilku

Pernah ga sih kebayang dibenak kita bakal berpisah dengan rumah masa kecil. Rumah yang dari kecil sudah menyimpan berjuta kenangan manis ataupun sedih. Ini yang bakal terjadi sama saya dalam waktu dekat ini. Karena satu dan lain hal saya akan berpisah dengan rumah masa kecil. Walaupun sekarang bersama suami, tapi rumah masa kecil itu punya banyak cerita tentang saya.

Dia yang lebih dulu tau bagaimana keseharian. Kejadain menyenangkan sampai tidak. Dia yang melihat pertumbuhan kita dari belum sekolah, masuk TK, SD, SMP, SMA, kuliah dan menikah. Rumah yang melindungi dari hujan dan panas. Rumah yang sempat memberikan kejadian tak terlupakan dimana seorang maling masuk ke dalam kamar tapi keburu ketahuan.

Kemarin saya sengaja datamg ke rumah orang tua,  selain emang karena ada ketemu dengan kakak dan adik, tapi oembahasan pertamanya tetap tentang rumah itu. Memang rumah itu jauh dari kata layak di tinggali. Mungkin karena kakak perempuanku tinggal di rumah yang satunya. Rumah yang sudah tua dan lapuk tapi masih banyak barang milik almarhumah mama.

Kupandangi tiap sudut ruangan dirumah itu. Apa iya rumah ini pun telah selesai tugasnya untuk keluarga kami? Sudah saatnyakah dia dengan pemilik yang baru?
" Mungkin rumah itu akan lebih bermanfaat dengan keluaga yang baru. Kasian ga terawat dia. " begitu kata kakakku lewat pesan singkatnya kemarin sebelum kita bertemu.

Ya, dilihat dari rupanyapun memang kasian dengan rumah itu. Sudah tidak terawat dan kotor sekali. Rumah yang mungkin lebih bermanfaat untuk orang lain nantinya. Biarlah dia dirawat dengan baik oleh keluarga barunya nanti. Kenangan memang pasti ada. Tapi tetap kekal dihati walaupun rumahnya sudah bukan milik kami. Terimakasih untuk tiga puluh tahun belakangan ini, terhitung dari aku lahir sampai sekarang karena sudah melindungi kami dari hujan ataupun panas. Kamu tetap dihati sebagai kenangan indah, rumah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Snow White dan Rujak

Suatu ketika di sebuah istana yang sangat besar, hidup lah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam sebahu. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Snow White. Snow White memiliki ibu tiri yang selalu iri pada kecantikan Snow White. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal ini setiap hari, setiap kali ia bertanya. Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib wanita mana yang paling cantik di negeri ini dan cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tercantik. Ibu tiri Snow White sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Snow White ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Snow White, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi. Di hutan, Snow White sendirian dan ketakutan. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ...

Cerita horor

Pagi tadi di grup besar lagi ngebahas tentang horor. Membahas cerita seram dengan mahluk astral. Dalam hidup saya sebenarnya paling anti untuk cerita yang kaya gitu. Karena kalau tahu atau nonton film hantu bisa kebayang-bayang terus. Mau dimanapun dan kapanpun. Itulah yang ngebuat jadi ga suka sama film horor. Belum lagi pas sebelum nikah sering banget pulang malam dan menyetir mobil sendirian ditambah suasana komplek rumah yang sepi kalau malam. Cocok banget lah untuk pelengkap ketakutan ini. Kalau film luar negri masih bisalah ya ditolerir, tapi kalau dalam negri bendera putih lah yang berkibar. Pengalaman sekali-kalinya nonton film Hantu Jeruk Purut, selesai jam sepuluh atau sebelas malam gitu dan pulangnya sengaja mampir ke TPU Jeruk Purutnya. Ga teriak-teriak ketakutan sih, cuma sepanjang itu tutup mata dan berdoa terus. Hahaha. Hasilnya bumper mobil yang lecet gara-gara masukin mobilnya buru-buru banget. Pernah juga pengalaman dari anak sendiri waktu umurnya masih satu tahunan...

Dateline!!

Hari sudah mulai gelap, waktu sudah menunjukkan pukul 20.14. Tapi tulisan untuk hari ini belum jadi juga. Sebenarnya tadi siang dipikiran ini ingin menulis sebuah puisi. Ingin mengasah seberapa bisa sih diri ini menulis puisi. Tapi belum jadi sudah diedit, di edit lagi dan terakhir dihapus. Rasanya ada yang kurang dan belum pas gitu. Oke, kita tulis cerita saja. Cerita apa yah kira-kira yang enak. Cerita yang membawa orang untuk membacanya. Kita tulis tetang percintaan saja, pikirku. Tapi sepertinya gagal, karena masih punya hutang satu cerita cinta yang belum kelar. Masih mentok dengan bagaimana baiknya nanti. Sudahlah, nanti saja. Sekarang pergi saja dulu jalan-jalan siapa tau dapat inspirasi untuk menulis nanti pas dijalan. Sekaligus menyenangkan dua princess ku.Ternyata sore itu hujan dengan lebat. Sangat deras menurutku. Suasana dijalan begitu gelap dan jarak pandang mata ke mobil depan tidak bisa jauh. Sesampainya di tempat tujuan. Lagi-lagi aku tidak bisa menulis dengan tenan...