Langsung ke konten utama

Sesaat Menyerah Dengan ODOP

Hari ini tepat tujuh hari berhutang laporan tulisan untuk ODOP. Ya, sudah tujuh sampai hari ini. Sebenarnya pada haru senin lalu ada rasa menyepelekan untuk menyerahkan link tulisan. Mungkin sedang masuk pada tahap malas dan mulai bosan. Besok saja menyerahkan tulisannya. Tapi setelah hari nya akan ada kata besok lagi sajalah masih ada waktu sampai hari Minggu.

Sampai pada akhirnya hari ini mengejar ketinggalan. Yang tadinya malas karena belum bisa memenuhi tantangan. Maka hari ini mengejar lagi apa yang telah tertinggal. Mengingat kembali apa tujuan awalnya mengikuti kegiatan di ODOP ini. Memang tidak ada paksaan dari pihak manapun. Tapi ada paksaan dari diri sendiri untuk terus bertahan dan tidak menyerah. Dan sudah pasti bisa jadi pembelajaran yang sangat berarti nantinya.

Memang dalam ODOP tidak menjamin bahwa cita-cita membuat karya novel atau cetak buku bisa langsung terwujud. Namun, tidak ada salahnya kita berusaha melatih diri dan memberantas si malas dalam diri. Dari 24 jam dalam sehari satu jam bisa saja di fokuskan untuk menulis. Tulisan juga tidak dituntut sehebat penulis-penulis handal yang telah menerbitkan karyanya. Selalu diingat kata-kata 'nulis mah nulis aja, bagus atau tidak itu belakangan' Yap, betul. Kita lagi berlatih dan mengasah. Nantinya juga dapat karakter dari tulisan kita. Dapat 'klik' bagusnya.

Jadi, saat diri ini sudah hampir menyerah selalu ingat kalimat itu. Dan akhirnya tangan ini mulai mengetik kembali. Mau apapun hasilnya. Banyak atau tidaknya yang melihat blog kita, yang terpenting adalah kita telah menulis apa yang ada dalam pikiran kita. Walaupun hanya silent rider tiap grup lagi rame, yang penting saat kelas hadir dan punya catatan penting apa yang dibahas.

Baiklah, semangat selalu. Ingat tujuan awal mengikuti ODOP dan selalu lawan si malas. Inspirasi bisa datang dari manapun dan kapanpun. Curhat saja bisa jadi tulisan yang bagus, apalagi terus dilatih dan mengembagkannya. Bisa jadi usaha berbuah manis dengan karya buku sendiri kan?

Komentar

  1. semangat, bunda. maafkan saya yang seringkali tak bisa mendampingi sepenuhnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Snow White dan Rujak

Suatu ketika di sebuah istana yang sangat besar, hidup lah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam sebahu. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Snow White. Snow White memiliki ibu tiri yang selalu iri pada kecantikan Snow White. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal ini setiap hari, setiap kali ia bertanya. Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib wanita mana yang paling cantik di negeri ini dan cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tercantik. Ibu tiri Snow White sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Snow White ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Snow White, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi. Di hutan, Snow White sendirian dan ketakutan. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ...

September 2011

Waktu menunjukkan pukul 11 malam pada kala itu di tahun 2011. Saat itu aku sedang dikamar hendak tidur. Tiba-tiba hpku bunyi. Telpon dari papah. Lho, kan papah di kamarnya, ada apa ya? Tanyaku dalam hati. " Iya, kenapa pah? " tanyaku " Anter papah ke rumah sakit wa,, dada papah ngga enak" pintanya padaku. " Iya sudah pah. Tunggu aku kebawah dulu" kata ku sambil beranjak dari tempat tidur. Sesampainya di rumah sakit daerah Depok papahku langsung masuk IGD mengingat dia punya sakit jantung. Mama mengantarnya masuk ke dalam. Setelah dapat parkiran aku langsung masuk ke dalam, namun mamah ada di luar. " Papah kenapa mah? " tanyaku. " Ga apa-apa. Cuma kangen sama suster di rumah sakit paling. Itu udah mau selesai. " kata mamaku sambil bercanda. Malam itu pun kami pulang tanpa rasa was was. Namun tidak untuk empat hari kemudian. Papa masuk rumah sakit lagi. Harus ada tindakan untuk pemasangan ring kembali dijantungnya. Selama observasi...

Cinta kedua (part 3)

Dari obrolan malam itu, akhirnya kami semakin dekat, namun belum sampai tahap yang dinamakan pacaran. Ya, hanya berteman dekat. Dimana saat senggang kita menghabiskan waktu dengan menonton bioskop, makan atau sekedar jalan-jalan. Tapi tetap bersama pasukan yang lain. Karena aku belum siap. Belum siap untuk memulai dari awal lagi dengan orang baru. Belum siap was was karena beda kampus. Dan belum siap untuk nantinya kehilangan lagi. Ya, aku belum siap untuk sakit hati,  karena rasa sakit yang kemarin masih berbekas. Walaupun dia telah memberikan lampu hijau kepadaku tanda bahwa dia juga menyukaiku. Sampai suatu hari, saat sedang berkumpul Naura menerima telpon dari seseorang. Aku penasaran karena dia menjauh saat mengangkat telpon itu. Dan saat kembali wajahnya seperti orang bingung. Dengan berani kutanyakan ada apa dan dia menjawab " Tadi itu ada cewek telpon, terus dia nanya, boleh ga kalau Andra buat dia? Aneh banget ga tuh" jawabnya sambil menyebutkan nama mantannya itu....