Langsung ke konten utama

Geos Helena - gendongan kaos premium

Pernah dengar geos? Atau gendongan kaos yang saat ini merupakan gendongan instan yang lagi hits dikalangan para mommy atau daddy sekalipun karena sekarang sudah jamannya para ayah ikut menggunakan gendongan hits yang bisa fashionable. Kali ini saya mau membahas geos premium dari merk Geos Helena. Kenapa harus Geos Helena? Karena untuk pertama kali pegang saja bisa merasakan bagaimana kualitas geos ini. Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena saya sudah membandingkan dengan beberapa merk geos yang sudah saya beli. Dan Geos Helena lah pemenangnya.

Untuk dua merk geos yang sudah saya coba, keduanya tidak terlalu rekomended karena bahan yang tipis, berserabut dan agak sakit dipundaknya. Mungki. Karena bahannya yang tipis itu tadi. Hanya menang di motif yang banyak variasinya. Untuk Geos Helena sendiri untuk pertama kali saya pegang cukup tebal namun tidak memakan tempat. Sudah dapat di pastikan kokoh dan melarnya pas saat menggendong. Dengan bahan yang halus juga sudah pasti tidak panas dan membuat iritasi pada kulit baby.

Pilihan warnanya pun cukup banyak. Jadi bisa dijadikan koleksi dan bergantian. Warna-warna netral, warna soft, warna berani dan juga pilihan motif yang selalu jadi limited edition membuat Geos Helena lain dari pada yang lain. Serta tidak pasaran pastinya. Untuk harga awalnya masih terbilang murah dengan bahan yang premium. Namun berjalan seiringnya waktu Geos Helena mengalami kenaikan harga. Mungkin karena bahan kaos premium yang mengalami kenaikan dari pabriknya. Pertama kali Geos Helena dibandrol dengan harga Rp. 70000an lalu naik jadi Rp 89000- Rp 99000 nah sekarang menjadi Rp 115000-125000. Tapi dengan bahan yang sangat wajar untuk bahannya.

Dibilang gendongan instan karena cara pakainya yang sangat simple. Hanya tinggal masuk diselempangin dan masukkan babynya selesai deh. Lalu cara menghitung sizenya bagaimana? Hanya dengan diukur dengan berat badan dan tinggi badannya si penggendongnya. Size S biasanya > 50kg. Size M 50-60kg. Size L 60-80kg dan XL 75-90kg. Nah, enaknya disini kita bisa konsultasi dulu dengan para agen untuk menentukan sizenya. Sebisa mungkin harus jujur dan jangan menutupi untuk berat dan tinggi badannya agar mempermudah menentukan sizenya.

Namun, kekurangannya adalah karena tiap mengeluarkan warna baru atau motif baru otomatis bahannya yang dipakai pun berbeda. Jadi kadang ukuran yang sudah ditetapkan bisa jadi salah. Entah itu up size atau down size. Semua tergantung bahannya. Namun, dari semua sudah sangat memuaskan. Dimulai dari dikemasnya Geos Helena ini menggunakan pouch yang dapat di reuse seperti kotak kosmetik, tempat diapers anak atau bisa untuk mukena. Pokoknya sangat berguna sekali. Bahan yang kokoh, tidak mudah berbulu atau tidak mudah melar biarpun sudah lama dipakainya. Dan yang paling penting tidak pasaran. Karena untuk yang motif ini dibuat edisi terbatas.

Penasaran? Coba 7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Snow White dan Rujak

Suatu ketika di sebuah istana yang sangat besar, hidup lah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam sebahu. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Snow White. Snow White memiliki ibu tiri yang selalu iri pada kecantikan Snow White. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal ini setiap hari, setiap kali ia bertanya. Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib wanita mana yang paling cantik di negeri ini dan cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tercantik. Ibu tiri Snow White sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Snow White ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Snow White, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi. Di hutan, Snow White sendirian dan ketakutan. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ...

September 2011

Waktu menunjukkan pukul 11 malam pada kala itu di tahun 2011. Saat itu aku sedang dikamar hendak tidur. Tiba-tiba hpku bunyi. Telpon dari papah. Lho, kan papah di kamarnya, ada apa ya? Tanyaku dalam hati. " Iya, kenapa pah? " tanyaku " Anter papah ke rumah sakit wa,, dada papah ngga enak" pintanya padaku. " Iya sudah pah. Tunggu aku kebawah dulu" kata ku sambil beranjak dari tempat tidur. Sesampainya di rumah sakit daerah Depok papahku langsung masuk IGD mengingat dia punya sakit jantung. Mama mengantarnya masuk ke dalam. Setelah dapat parkiran aku langsung masuk ke dalam, namun mamah ada di luar. " Papah kenapa mah? " tanyaku. " Ga apa-apa. Cuma kangen sama suster di rumah sakit paling. Itu udah mau selesai. " kata mamaku sambil bercanda. Malam itu pun kami pulang tanpa rasa was was. Namun tidak untuk empat hari kemudian. Papa masuk rumah sakit lagi. Harus ada tindakan untuk pemasangan ring kembali dijantungnya. Selama observasi...

Cinta kedua (part 3)

Dari obrolan malam itu, akhirnya kami semakin dekat, namun belum sampai tahap yang dinamakan pacaran. Ya, hanya berteman dekat. Dimana saat senggang kita menghabiskan waktu dengan menonton bioskop, makan atau sekedar jalan-jalan. Tapi tetap bersama pasukan yang lain. Karena aku belum siap. Belum siap untuk memulai dari awal lagi dengan orang baru. Belum siap was was karena beda kampus. Dan belum siap untuk nantinya kehilangan lagi. Ya, aku belum siap untuk sakit hati,  karena rasa sakit yang kemarin masih berbekas. Walaupun dia telah memberikan lampu hijau kepadaku tanda bahwa dia juga menyukaiku. Sampai suatu hari, saat sedang berkumpul Naura menerima telpon dari seseorang. Aku penasaran karena dia menjauh saat mengangkat telpon itu. Dan saat kembali wajahnya seperti orang bingung. Dengan berani kutanyakan ada apa dan dia menjawab " Tadi itu ada cewek telpon, terus dia nanya, boleh ga kalau Andra buat dia? Aneh banget ga tuh" jawabnya sambil menyebutkan nama mantannya itu....