Langsung ke konten utama

Nasehat Untuk Sahabat dan Diriku juga

Siang ini mataku beraaat sekali. Rasanya suhu kamar yang dingin, perut yang sudah kenyang cocok untuk tidur siang nih, pikirku. Tetapi tiba-tiba ada pesan singkat di aplikasi whatsappku. Dari Rani, sahabatku dari SMP.

" Gw lagi kesel banget nih, bete tingkat kecamatan!! Keseeellll... " tulisnya. Dan mata ini seketika langsung segar.
" Kesel kenapa? Si bete udah nyampe kecamatan aja itu? " balasku sambil bercanda. Ga nunggu lama pesanku langsung dibalas.
" Gimana ga kesel, Mil. Gw ngerasa di anak tirikan banget dirumah. Iya, gw masih tinggal sama mertua, tapikan ysng ga ngebolehin kita keluar ya ibu mertua gw juga. Trus sekarang gw ngerasa kaya pilih kasih gitu, Mil. Gw sebeel." tulisnya. Oh, iya Rina memang masih tinggal bersama mertuanya.
" Sabar, Rin. Pasti nanti ada saatnya lw bisa menata kehidupan rumah tangga lw sendiri tanpa campur tangan orang lain. Lw udah omongin sama laki lw?? " balasku untuk menenangkan sahabatku itu.
" Udah. Dan jawabannya sama kaya lw. Gw disuruh sabar. Stok sabar gw udah mau abis, Mila! Gw belom isi ulang!" balasnya.
" Hahaha, ya sudah cerita sama gw deh, lw luapin semua biar lega" kataku.

Ya, menurutku kekesalan lebih baik diceritakan pada seseorang yang memang bisa membuatnya merasa lega dan bisa memberikan masukan yang baik agar tidak jadi masalah baru. Kali ini, Rina sahabatku sedang mempercayakan masalahnya kepadaku. Dia menceritakan keluh kesahnya, kehidupan berumah tangga yang masih bersama mertua.

Memang tidak ada salahnya tinggal bersama mertua, tapi akan lebih baik memang jika pisah. Karena kadang menantu dan mertua tidak akur. Tapi tidak jarang pula ada yang akur dan sangat dekat. Untuk kali ini masalahnya tidak terlalu akur, sebenarnya ini juga pembelajaran buatku. Karena akupun juga masih bersama mertuaku. Tapi aku hanya menyimpannya rapat. Malas untuk dibahas, nanti juga menguap sendiri lah itu masalah, pikirku. Sabar, ikhlas dan cuekin ajalah ya, nanti ada saatnya juga merasakan "kebebasan" itu.

" Ya memang harus sabar, itu kuncinya Na. Bisa aja kan nanti didepan nih ada rejeki buat lw berdua tinggal di rumah sendiri. Coba deh lw rajinin lagi ibadah dan berserahnya sama Allah, minta supaya lw sm mertua lw akur. Dilembutin hati lw sama mertua lw juga, biar sama-sama damai. Lagian lw aneh, curhat mertua sama gw. Kita kan sama-sama nasibnya. Hahaha.. " kataku panjang lebar.
" Eh, iya juga yah. Hahaha, setidaknya gw kan punya pembela gitu, tapi lw mah lurus-lurus aje. Biarpun kesel sama mertua ya ditelen aja gitu. Hebat deh, gw salut sama lw. " balasnya.
" Gini, kesel bangetnya gw diganti dengan demi kebahagian keluarga kecil gw. Bagaimanapun mertua itu ibunya suami kita, kalau kita kesel dan marah-marah ga bakal nyelesaiin masalah juga. Malah bisa nambah masalah baru kalau misalkan suami kita tersinggung sama kata-kata kita pas lagi cerita. Udah anggep aja ladang pahala buat sementara sambil nunjukkin ke Allah kita bisa lewatin ujian dan nanti hadiahnya rumah sendiri. Enakkan? " jelasku yang sebenarnya juga jadi poin penting yang harus digaris bawahi.
" Karaaa,, aku padamu!! Ini kenapa gw lebih enak curhatnya sama lw. Biarpun senasib tapi ga sepenanggungan. Masukan lw tuh lebih ngena, karena ga ikut nambah ngejelekin. Kita sama-sama berdoa ya Ra, biar bisa secepatnya lulus ujian yang ini. Bisa punya rumah sendiri yang bagus-bagus kaya yang sering lw share di facebook. Atau jangan-jangan itu kode lw yah biar dibolehin keluar? Hahaha.. " balas Rina.
" Hahaha,, bisa jadi kode juga, Na! Iya kita sama-sama belajar dan berdoa ya Na. Sama-sama harus kuat, inget tujuan nikah dulu, inget kalau udah ada anak. Karena ga jarang kadang perceraian ada campuran dari masalah sm orang tua juga. Lebih baik kita yang mengalah deh daripada panjang. Mengalah bukan berarti kalah. Mengalah bukan berarti bego juga mau ditindas terus, tapi mengalah demi dapat syurga Allah kelak diakhirat dan rukun di dunia ya Na. " aduh,, ini juga jadi note buatku. Karena kadang memberi nasihat lebih mudah daripada mempraktekan di dunia nyata.
" Iya, Karaaa!! Kalau lw deket gw udah gw peluk deh lw,, gw jauh lebih lega ini. Iya Insha Allah gw bakal lebih sabar, tapi kalau udah keselnya naik jadi tingkat walikota gw dateng lagi ke lw. Doain ya Ra! " tulis Rina di pesan singkat itu.
" Ga ah,, emangnya kita cewek apaan main dipeluk aja! Hahaha.. " kataku bercanda.

" Hahaha,, rese lw. Makasih banyak ya Ra,, mungkin kalau tadi gw ga nyempetin nge-wa lw, gw udah ngomel-ngomel dirumah. Bisa-bisa ya yang lw bilang tadi akan jadi masalah baru yang lebih serius. Okehlah,, gw coba nasehat lw dan gw jadiin pegangan hidup. Hahaha.. " kata Rina padaku.
" Iya, sama-sama kok. Tapi jangan lupa kalau praktek itu tak semudah teori atau kata-kata yang tadi gw tulis. Jadi kalau lw lagi posisi hati kaya tadi, pertama Istigfar dulu, trus tarik napas dalam-dalam, keluarin unek-unek kaya lagi ngomong sama diri sendiri aja yang terakhir becanda sama anak. Kalau becanda kurang mempan mari kita nonton drama korea 😂. Hahaha,, " balasku. Dan memang kadang melupakan masalah rumah tangga yang seperti ini lebih baik dengan menyenangkan hati sendiri seperti makan makanan kesukaan atau nonton drama Korea atau Jepang. Ini berhasil padaku.
" Siiiaaappp! Bismillah ya Ra, kita berjuang bersama. Semangat!! Oke, gw mau ngurusin jemuran dulu lah. Lalu lanjut nonton drama mumpung anak-anak lagi bobo. Hahaha,, bhaaayy 😘😘" balasnya.
" Bhaayyy,, gw juga mau nonton, hahahaha.. 😘😘 " balasku menyudahi percakapan kami.

Ya memang, masalah seperti ini bukan hanya Rina atau saya saja yang mengalami, banyak diluar sana yang seperti kami. Tidak sedikit yang menjadi masalah baru atau masalahnya selesai dengan hadiah memiliki kehidupan berumah tangga yang mandiri. Semua tergantung bagaimana kita menyikapinya, semoga yang sedang bermasalah apapun itu cepat menyelesaikan masalahnya dan menjadi pembelajaran kedepannya yah.  Semangaaatt 💪😁

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Snow White dan Rujak

Suatu ketika di sebuah istana yang sangat besar, hidup lah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam sebahu. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Snow White. Snow White memiliki ibu tiri yang selalu iri pada kecantikan Snow White. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal ini setiap hari, setiap kali ia bertanya. Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib wanita mana yang paling cantik di negeri ini dan cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tercantik. Ibu tiri Snow White sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Snow White ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Snow White, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi. Di hutan, Snow White sendirian dan ketakutan. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ...

Cerita horor

Pagi tadi di grup besar lagi ngebahas tentang horor. Membahas cerita seram dengan mahluk astral. Dalam hidup saya sebenarnya paling anti untuk cerita yang kaya gitu. Karena kalau tahu atau nonton film hantu bisa kebayang-bayang terus. Mau dimanapun dan kapanpun. Itulah yang ngebuat jadi ga suka sama film horor. Belum lagi pas sebelum nikah sering banget pulang malam dan menyetir mobil sendirian ditambah suasana komplek rumah yang sepi kalau malam. Cocok banget lah untuk pelengkap ketakutan ini. Kalau film luar negri masih bisalah ya ditolerir, tapi kalau dalam negri bendera putih lah yang berkibar. Pengalaman sekali-kalinya nonton film Hantu Jeruk Purut, selesai jam sepuluh atau sebelas malam gitu dan pulangnya sengaja mampir ke TPU Jeruk Purutnya. Ga teriak-teriak ketakutan sih, cuma sepanjang itu tutup mata dan berdoa terus. Hahaha. Hasilnya bumper mobil yang lecet gara-gara masukin mobilnya buru-buru banget. Pernah juga pengalaman dari anak sendiri waktu umurnya masih satu tahunan...

Dateline!!

Hari sudah mulai gelap, waktu sudah menunjukkan pukul 20.14. Tapi tulisan untuk hari ini belum jadi juga. Sebenarnya tadi siang dipikiran ini ingin menulis sebuah puisi. Ingin mengasah seberapa bisa sih diri ini menulis puisi. Tapi belum jadi sudah diedit, di edit lagi dan terakhir dihapus. Rasanya ada yang kurang dan belum pas gitu. Oke, kita tulis cerita saja. Cerita apa yah kira-kira yang enak. Cerita yang membawa orang untuk membacanya. Kita tulis tetang percintaan saja, pikirku. Tapi sepertinya gagal, karena masih punya hutang satu cerita cinta yang belum kelar. Masih mentok dengan bagaimana baiknya nanti. Sudahlah, nanti saja. Sekarang pergi saja dulu jalan-jalan siapa tau dapat inspirasi untuk menulis nanti pas dijalan. Sekaligus menyenangkan dua princess ku.Ternyata sore itu hujan dengan lebat. Sangat deras menurutku. Suasana dijalan begitu gelap dan jarak pandang mata ke mobil depan tidak bisa jauh. Sesampainya di tempat tujuan. Lagi-lagi aku tidak bisa menulis dengan tenan...