Pernah dengar kata menyapih?? Mungkin untuk sebagian besar wanita apalagi sudah menjadi ibu dan menyusui istilah menyapih sudah biasa di telinga. Namun, bagi sebagian orang belum. Entah dari mana istilah menyapih. Tapi aku berpendapat mungkin yang biasanya menyusui dengan ASI lalu berganti dengan susu sapi pada usia dua tahun anak, jadi menyapih. Entahlah, itu hanya pendapatku saja kok. Hihihihihi.
Bulan Agustus kemarin seharusnya Nara sudah disapih. Tapi hati kecil ini merasa belum siap. Namun, satu sisi sudah risih dengan my baby princess yang selalu menempel ga kenal waktu. Jadi saat sudah lebih dua bulan aku memantapkan hati dengan menyapih Nara. Melihat grafik berat badannya pun makin memantapkan hati. Tapi menyapih itu butuh perjuangan ternyata. Bukan semudah melepas nenen dan berganti susu. Karena sebenarnya menyusui atau mengASI itu berjuta manfaatnya.
Contohnya saja kedekatan batin ibu dengan si baby karena tiap menyusu sudah dipastikan ia akan mendengar detak jantung sama seperti saat ia masih dikandungan. Sebenarnya aku sudah berniat menyapih saat Nara berusia 20bulan. Tapi ternyata gagal. Sehari mencoba yang ada dia sangat galau dan rungsing. Ngamuk dan menangis. Kesal tidak bisa menyusu seperti biasanya karena si sumber ASI di kasih lipstik biar seperti berdarah. Selama siang hari bisa berhasil. Tapi malam hari tetap disosor. Aku pun tidak tega dengan itu. Jadilah menyerah dan terpaksa Nara kembali menyusu langsung dari pabrik ASI.
Empat bulan berlangsung, tepatnya dua tahun dua bulan, my baby pincess mulai disapih lagi. Awalnya mau seperti tetehnya dulu yang make lipstik dan dibawa ke teman ibu mertua buat didoain biar nyapihnya gampang. Untuk yang doa itu sih percaya ga percaya ya, soalnya mungkin tanpa didoain pun si teteh bisa lepas karena dia traumaan. Dan mungkin juga dia mengerti karena mamanya dulu lagi hamil adeknya usia delapan bulan.
Kali ini Nara dicoba memakai sesuatu yang pahit. Awalnya niat make batrawali, tapi ga sempet-sempet beli. Yang ada dirumah hanya propolis. Ok kita pakai saja. Dan ternyata berhasil. Nara memang ga suka sama propolis, padahal tiap sakitpun di kasihnya propolis dan air alkali. Hari pertama berhasil tidur malam tidak menyusu. Tapi pagi-pagi kecolongan karena lupa dikasih propolis. Setelahnya langsung diolesin lagi dengan propolis dan sampai sekarang hari ke empat sudah bisa lepas. Alhamdulillah tanpa drama ngamuk atau nangis sepanjang malam. Semoga Nara bisa langsung mengejar ketinggalan berat badannya.
Menyapih itu beda-beda tiap anak. Sekali lagi, yang namanya perkembangan atau segala sesuayu yang ada di anak selalu berbeda di tiap anak. Jangan kan anak kita dengan orang lain, dengan satu kandungpun berbeda. Teteh Hyorine hanya buyuh sehari dan langsung lepas sm ASInya. Sedangkan Nara masih butuh proses beberapa hari untuk lepas dari ASI. Apapun prosesnya nikmatin ya moms, jangan dijadikan beban karena yang pasti kita bakalan kangen masa yang seperti itu. Semangat moms, mari buay adeknya lagi biar ga terlalu kangen dengan masa menyusuinya. Eh. Hahahaha.
wkwkwkw...kalimat terakhirnya..hmm
BalasHapus