Langsung ke konten utama

Snow White dan Rujak

Suatu ketika di sebuah istana yang sangat besar, hidup lah seorang putri cantik. Dia sangat cantik, dengan mata biru dan rambut hitam sebahu. Kulitnya halus dan putih, sehingga ia dipanggil Snow White. Snow White memiliki ibu tiri yang selalu iri pada kecantikan Snow White. Ibu tiri nya juga sangat cantik, dan cermin ajaib mengatakan hal ini setiap hari, setiap kali ia bertanya.

Suatu hari, ibu tirinya bertanya kepada cermin ajaib wanita mana yang paling cantik di negeri ini dan cermin ajaib menjawab Snow White lah yang tercantik. Ibu tiri Snow White sangat marah. Lalu ia meminta pelayan kepercayaannya untuk membawa Snow White ke hutan, jauh dari istana dan membunuhnya. Tapi pelayan tersebut tidak membunuh Snow White, Dia membiarkan gadis kecil tak berdosa itu pergi.

Di hutan, Snow White sendirian dan ketakutan. Dia tidak tahu ke mana dia harus pergi. Tapi tiba-tiba ia melihat sebuah pondok kecil yang aneh. Dia bertanya-tanya siapa yang tinggal di sana, maka ia memtuskan untuk masuk ke pondok tersebut.

Di dalam pondok, ada 7 tempat tidur dan dapur. Snow White sangat lelah untuk melihat-lihat isi pondok, ia pun tertidur. Pada sore hari, tujuh kurcaci yang tinggal di pondok tersebut pulang. Mereka terkejut untuk melihat ada seorang wanita muda di sana. Salah satu kurcaci membangunkannya dan bertanya siapa dia. Snow White mengatakan kepada mereka kisah sedih nya. Tujuh kurcaci tersebut pun memahami perasaan Snow White dan memintanya untuk tinggal bersama mereka di pondok.

Sementara di istana, pelayan tersebut kembali dan mengatakan kepada ibu tiri Snow White bahwa Snow White telah tewas. Kemudian ibu tiri bertanya kepada cermin ajaib sekali lagi siapa yang paling cantik di negara itu dan masih cermin ajaib menjawab Snow White yang tinggal di pondok kecil dengan tujuh kurcaci adalah yang tercantik. Jadi ibu tiri marah dan ia merencanakan sesuatu yang buruk untuk Snow White.

Kemudian ibu tiri menyamarkan dirinya sebagai seorang perempuan tua yang menjual sekeranjang apel beracun dan pergi ke pondok. Di pondok, tujuh kurcaci memperingatkan Snow White untuk tidak membuka pintu untuk orang asing.

Ibu tiri akhirnya tiba ke pondok dan mulai menawarkan Putri Salju apel. Snow White menolak untuk membuka pintu tapi ibu tiri terus membujuk dan akhirnya Snow White membuka pintu dan membeli apel karena kasihan. Dengan bujuk rayunya ibu Snow white yamg menyamar memintanya untuk langsung memakan apel tadi agar ia yakin kalau racun tersebut benar bereaksi. Namun Snow White menolaknya dengan alasan tidak suka dengan buah apel. ia membeli apel tersebut untuk para kurcaci nanti. Akhirnya ibu tiri Snow White mengeluarkan buah mangga, namun lagi-lagi ia menolak memakannya dengan alasan mau memakannya bersama para kurcaci. Tak habis akal ibu tri Snow White pun mengeluarkan jambu, bengkoang, kedondong dan nanas, namun lagi-lagi ditolak Snow White dengan alasan yang sama. Trik terakhir adalah ia mengeluarkan si bumbu rujak. Melihat potongan buah yang segar dan ditambah bumbu rujak sepertinya Snow White mulai tergoda. Iapun mulai mengambil buah dan mencolek bumbu rujak. sepotong telah dilahapnya. Sampai sudah mau habis ia pun merasa tidak enak badan dan perutnya sakit. Sehingga Snow White terjatuh dengan potongan apel beracun dan sisa bumbu rujak.

Pada sore hari, ketika tujuh kurcaci pulang, mereka terkejut dengan Snow White yang terbaring di lantai dengan wajah pucat dan sisa potongan buah serta bumbu rujak di sampingnya. Ketujuh kurcaci sedih melihat Snow White sedang sakit perut dan diare. Kemudian tujuh kurcaci memutuskan untuk membuat tempat tidur indah yang terbuat dari kristal untuk membuat Putri Salju tetap nyaman.

Tujuh kurcaci menunggu keajaiban datang ketika Snow White tiba-tiba sehat kembali karena mereka tidak tahu cara pengobatan sakit perut karena diare. Esok hari, ada seorang pengelana yang sebenarnya merupakan seorang pangeran dari kerajaan yang jauh melihat seorang wanita cantik dibaringkan di tempat tidur kristal. Pengelana tersebut pun bertanya kepada kurcaci apa yang terjadi dan kurcaci menceritakan ceritanya.

Kemudian pangeran pernah mendengar tentang ciuman yang dapat membangunkan seseorang, mungkin dengan cara itupula bisa menyembuhkan sakit dari Snow White. Pangeranpun ingin mencobanya. Tapi tiba-tiba Snow White menolaknya. Dengan segenap tenaganya ia berusaha memberitahu pangeran alasan penolakannya. Ternyata adalah karena belum muhrim makanya ia menolak. Akhirnya Snow White memberitahu apa yang harus dilakukan pangeran agar ia terbebas dari rasa sakit itu. Yaitu dengan membuat teh pahit hangat dan oralit. Dan ternyata itu bisa menyembuhkan. Dikit demi sedikit diare Snow White pun berangsur sembuh. Kemudian sang pangeran meminta Snow White untuk menikah dengannya karena sosoknya yang pintar dan cantik.

Dari hari itu, Snow White hidup bahagia di sebuah istana yang besar. Tapi dari waktu ke waktu, ia sering kembali untuk mengunjungi pondok kecil di hutan milik 7 kurcaci yang disayanginya.

NB: perubahan cerita guna tugas tantanga di ODOP dan tidak ada maksud untuk merubah cerita sebenarnya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

September 2011

Waktu menunjukkan pukul 11 malam pada kala itu di tahun 2011. Saat itu aku sedang dikamar hendak tidur. Tiba-tiba hpku bunyi. Telpon dari papah. Lho, kan papah di kamarnya, ada apa ya? Tanyaku dalam hati. " Iya, kenapa pah? " tanyaku " Anter papah ke rumah sakit wa,, dada papah ngga enak" pintanya padaku. " Iya sudah pah. Tunggu aku kebawah dulu" kata ku sambil beranjak dari tempat tidur. Sesampainya di rumah sakit daerah Depok papahku langsung masuk IGD mengingat dia punya sakit jantung. Mama mengantarnya masuk ke dalam. Setelah dapat parkiran aku langsung masuk ke dalam, namun mamah ada di luar. " Papah kenapa mah? " tanyaku. " Ga apa-apa. Cuma kangen sama suster di rumah sakit paling. Itu udah mau selesai. " kata mamaku sambil bercanda. Malam itu pun kami pulang tanpa rasa was was. Namun tidak untuk empat hari kemudian. Papa masuk rumah sakit lagi. Harus ada tindakan untuk pemasangan ring kembali dijantungnya. Selama observasi...

Cinta kedua (part 3)

Dari obrolan malam itu, akhirnya kami semakin dekat, namun belum sampai tahap yang dinamakan pacaran. Ya, hanya berteman dekat. Dimana saat senggang kita menghabiskan waktu dengan menonton bioskop, makan atau sekedar jalan-jalan. Tapi tetap bersama pasukan yang lain. Karena aku belum siap. Belum siap untuk memulai dari awal lagi dengan orang baru. Belum siap was was karena beda kampus. Dan belum siap untuk nantinya kehilangan lagi. Ya, aku belum siap untuk sakit hati,  karena rasa sakit yang kemarin masih berbekas. Walaupun dia telah memberikan lampu hijau kepadaku tanda bahwa dia juga menyukaiku. Sampai suatu hari, saat sedang berkumpul Naura menerima telpon dari seseorang. Aku penasaran karena dia menjauh saat mengangkat telpon itu. Dan saat kembali wajahnya seperti orang bingung. Dengan berani kutanyakan ada apa dan dia menjawab " Tadi itu ada cewek telpon, terus dia nanya, boleh ga kalau Andra buat dia? Aneh banget ga tuh" jawabnya sambil menyebutkan nama mantannya itu....